Foto Trump dengan Anak" Gadis dibawah Umur, Kok Bisa America Berpura Tak Tahu ?
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) merilis dokumen terbaru terkait kasus Jeffrey Epstein yang memuat tuduhan pelecehan seksual terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dokumen tersebut berisi informasi tambahan dari Biro Investigasi Federal (FBI) mengenai hasil wawancara dengan seorang perempuan yang mengaku sebagai korban.
Dalam dokumen yang dipublikasikan pada Kamis (5/3), dijelaskan bahwa FBI pernah mewawancarai korban pada tahun 2019. Perempuan tersebut mengaku mengalami pelecehan seksual saat masih berusia antara 13 hingga 15 tahun.
Menurut keterangannya kepada penyelidik, Jeffrey Epstein pernah membawanya ke wilayah New York atau New Jersey dan memperkenalkannya kepada Donald Trump. Dalam salah satu pertemuan itu, korban menuduh Trump melakukan tindakan asusila secara paksa. Ia mengaku sempat melawan ketika peristiwa tersebut terjadi.
Korban juga menyampaikan bahwa selama bertahun-tahun ia menerima panggilan telepon berisi ancaman yang memintanya untuk tetap bungkam mengenai kejadian tersebut.
Meski demikian, proses wawancara dengan korban terhenti pada tahun 2019. Dalam keterangannya, korban menyatakan tidak lagi memiliki harapan untuk memperoleh keadilan atas kasus yang dialaminya.
Menanggapi tuduhan tersebut, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut klaim korban tidak berdasar dan tidak didukung bukti yang kredibel. Donald Trump sendiri juga telah berulang kali membantah segala tuduhan pelanggaran yang dikaitkan dengannya dalam berbagai dokumen terkait Epstein.
Sebelumnya, dokumen Epstein sempat menjadi sorotan global. Namun perhatian publik terhadap isu tersebut berkurang setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.




