Pemko Pekanbaru Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, BTT Rp40 Miliar Disiapkan untuk Bencana dan Pelayanan Publik

Pemko Pekanbaru Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem, BTT Rp40 Miliar Disiapkan untuk Bencana dan Pelayanan Publik

Pekanbaru,- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai persoalan daerah, mulai dari potensi bencana hidrometeorologi hingga pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Langkah ini dilakukan seiring dengan meningkatnya curah hujan serta berbagai keluhan warga yang belakangan mencuat.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa Pemko telah menyiapkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) lebih dari Rp40 miliar yang siap digunakan untuk penanggulangan bencana. Anggaran tersebut disiagakan guna mengantisipasi potensi banjir, tanah longsor, maupun musibah lain akibat cuaca ekstrem.

“Saat ini anggaran BTT kita lebih dari Rp40 miliar dan masih utuh, belum ada pemotongan. Dana ini memang harus stand by untuk kondisi darurat, terutama bencana dan musibah,” ujar Agung, Rabu (17/12/2025).

Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih akan melanda Kota Pekanbaru hingga Januari 2026. Menyikapi hal tersebut, Pemko meningkatkan koordinasi lintas sektor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana.

Pemko juga telah melakukan pendataan serta penyiapan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari peralatan evakuasi, lokasi pengungsian, hingga kebutuhan logistik jika terjadi banjir di sejumlah titik rawan. Menurut Wali Kota, kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini agar penanganan dapat berlangsung cepat dan efektif.

Selain fokus pada mitigasi bencana, Pemko Pekanbaru juga memberikan perhatian terhadap keamanan fasilitas umum. Maraknya aksi pencurian kabel dan lampu penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah ruas jalan mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru untuk menyiapkan layanan pengaduan bagi masyarakat.

Plt Kepala Dishub Kota Pekanbaru melalui Kepala Bidang Kelengkapan Teknik Sarana Prasarana (KTSP), Bagus Saputra, mengimbau warga agar segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan terkait PJU.

“Kami minta masyarakat segera melapor jika melihat orang yang tidak menggunakan atribut Dishub sedang memotong kabel atau mencopot lampu jalan. Laporan bisa disampaikan ke call center 0811 769466,” ujar Bagus, Selasa (16/12/2025).

Ia mengungkapkan, aksi pencurian kabel dan lampu PJU telah terjadi di sejumlah ruas jalan strategis seperti Jalan Diponegoro, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Tuanku Tambusai, Jalan Soekarno Hatta, dan Jalan Parit Indah. Bahkan, beberapa pelaku telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian dan saat ini ditangani Polresta Pekanbaru serta Polsek Sukajadi.

Di sisi lain, Pemko Pekanbaru juga merespons keluhan warga terkait tarif parkir, khususnya di rumah sakit. Wali Kota Agung Nugroho menyampaikan bahwa sistem tarif parkir per jam di rumah sakit banyak dikeluhkan masyarakat karena dinilai memberatkan.

“Banyak laporan yang masuk ke kami. Untuk satu jam pertama, tarif parkir kendaraan roda empat bisa mencapai Rp5.000 dan roda dua Rp3.000, seperti di pusat perbelanjaan. Ini akan kita kaji,” tegas Agung.

Menurutnya, setiap keluhan masyarakat akan menjadi perhatian serius Pemko dan ditindaklanjuti secara bertahap. Ia menegaskan komitmennya untuk menata ulang kebijakan yang dinilai membebani warga, sebagaimana langkah awal yang telah dilakukan dengan menurunkan tarif parkir di tepi jalan umum sejak hari pertama menjabat.

Saat ini, tarif parkir di tepi jalan umum telah ditetapkan sebesar Rp1.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp2.000 untuk roda empat. Kebijakan tersebut, kata Agung, merupakan bagian dari upaya Pemko menghadirkan pelayanan publik yang lebih adil dan berpihak kepada masyarakat.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemko Pekanbaru menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, baik dalam kondisi darurat bencana, menjaga fasilitas umum, maupun menata kebijakan pelayanan agar lebih manusiawi dan responsif terhadap kebutuhan warga.