Dinkes Pekanbaru Imbau Pedagang Pasar Ramadan 1447 H Tidak Gunakan Boraks dan Rhodamin B

Dinkes Pekanbaru Imbau Pedagang Pasar Ramadan 1447 H Tidak Gunakan Boraks dan Rhodamin B

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mengingatkan para pedagang yang berjualan di Pasar Ramadan 1447 Hijriah agar tidak menggunakan bahan berbahaya dalam makanan dan minuman yang dijajakan. Pedagang diminta memastikan aneka takjil yang dijual bebas dari zat berbahaya seperti boraks dan rhodamin B.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, menegaskan bahwa penggunaan boraks dalam makanan sangat berisiko bagi kesehatan. Ia menjelaskan bahwa zat tersebut bersifat karsinogenik dan dapat memicu berbagai penyakit serius apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

“Boraks bersifat karsinogenik dan bisa memicu sejumlah penyakit,” ujarnya.

Menurutnya, makanan atau minuman yang mengandung boraks dapat membahayakan organ tubuh, terutama ginjal. Karena itu, pengawasan terhadap peredaran bahan berbahaya dalam produk pangan terus diperketat selama Ramadan.

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru turut mendukung pengawasan yang dilakukan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Pekanbaru dengan ikut serta dalam pengambilan sampel takjil untuk diuji kandungannya di laboratorium.

Hazli menambahkan, pemeriksaan tidak hanya dilakukan di Pasar Ramadan, tetapi juga menyasar swalayan dan distributor makanan guna memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.

Langkah ini dilakukan untuk melindungi konsumen dari risiko penyakit akibat konsumsi bahan berbahaya serta memastikan takjil yang beredar aman untuk dikonsumsi selama bulan suci Ramadan.