Festival Layangan Siak Jadi Magnet Wisata, Bupati Afni Tekankan Pelestarian Budaya

Festival Layangan Siak Jadi Magnet Wisata, Bupati Afni Tekankan Pelestarian Budaya

Siak – Bupati Siak, Afni Zulkifli, memberikan apresiasi kepada Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Siak atas terselenggaranya Festival Layangan Siak di Kota Siak Sri Indrapura.

Afni menilai permainan layang-layang merupakan bagian dari tradisi masa kecil masyarakat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Seiring perkembangan zaman, permainan tradisional tersebut kini mampu dikemas menjadi sebuah festival yang menarik minat wisatawan.

“Melalui festival ini, kita tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menunjukkan kepedulian dalam menjaga dan melestarikan permainan tradisional di Kabupaten Siak,” kata Afni saat membuka Festival Layangan Siak, Jumat (6/2/2026).

Ia menambahkan, festival layangan membangkitkan kembali kenangan masa kecil anak-anak kampung yang sarat dengan nilai kebersamaan dan strategi. Menurutnya, layang-layang juga merupakan bagian dari warisan budaya tak benda yang patut dijaga keberlangsungannya.

“Permainan ini mengajarkan kita membaca angin, mengatur langkah, dan berstrategi. Inilah tradisi yang menimbulkan kerinduan dan harus terus kita lestarikan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kormi Kabupaten Siak, Sujarwo, menjelaskan bahwa festival ini bertujuan untuk melestarikan budaya Melayu sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pelibatan pelaku UMKM.

“Kami ingin memastikan permainan tradisional ini tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman,” ucap Sujarwo.

Ia juga menilai berkembangnya permainan layang-layang berdampak positif terhadap lingkungan, terutama dengan kembali ditanamnya bambu sebagai bahan utama pembuatan layang-layang.

“Jika bambu kembali ditanam, Siak akan semakin hijau. Ke depan, festival ini akan kami dorong menjadi agenda tahunan sekaligus mengajak masyarakat menanam bambu di wilayah masing-masing,” tambahnya.

Festival Layangan Siak mempertandingkan tujuh kategori, yakni Layang Dengung, Layang Pegon, Layang Waw Kuaw, Layang Ram-Raman, Layang Lampu (eksibisi) dengan total 80 peserta, Layang Sawai sebanyak 174 peserta, serta Layang Sampuk (adu) dengan 64 peserta.

Perlombaan digelar di tiga lokasi, yakni di samping RSUD Tengku Rafi’an Siak, Lapangan Depan Istana Siak, dan area depan Kelenteng. Selain perlombaan, festival juga diramaikan dengan bazar UMKM serta hiburan sulap untuk masyarakat.

Festival Layangan Siak resmi dibuka dengan penerbangan layang-layang perdana oleh Bupati Afni Zulkifli. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Agustus 2026.