Sampel MBG Beracun diteliti Dinkes Sumut Imbas Keracunan Massal SMK Sidikalang
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara tengah melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab keracunan massal di SMK Swasta HKBP Sidikalang. Sampel tersebut telah diterima dan kini sedang diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Sumut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis, menyampaikan bahwa sampel tiba di Labkesda pada Selasa pagi, 10 Februari 2026. Ia menjelaskan, sesuai standar operasional prosedur (SOP), proses pemeriksaan membutuhkan waktu lima hari sejak sampel diterima.
“Proses pemeriksaan laboratorium memerlukan waktu lima hari sesuai SOP yang berlaku,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Sampel yang diuji merupakan bahan makanan dan menu yang disajikan pada 9 Februari 2026, yang diduga menjadi pemicu insiden keracunan. Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan lanjutan.
Dinas Kesehatan Sumut mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi pemeriksaan guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Sebelumnya, ratusan siswa dan guru SMK Swasta HKBP Sidikalang dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG. Mereka mendapatkan perawatan di RSUD Sidikalang, RSU Serenapitta, Klinik Katolik, serta Puskesmas Huta Rakyat Sidikalang pada Selasa (10/2/2026).
Para siswa dan guru dilaporkan mengalami diare sepanjang malam setelah menyantap makanan tersebut sehari sebelumnya. Menu yang disajikan terdiri dari nasi, ayam gulai, pisang, dan selada. Sejumlah siswa mengaku mencium bau tidak sedap dan mendapati tekstur makanan berlendir. Beberapa di antaranya memilih tidak mengonsumsi makanan tersebut sehingga terhindar dari dugaan keracunan.




