Kuota Impor Dievaluasi Bahlil, SPBU Shell Alami Kekosongan

Kuota Impor Dievaluasi Bahlil, SPBU Shell Alami Kekosongan

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri dalam kondisi aman dan mencukupi. Ia memastikan berbagai jenis BBM, mulai dari RON 92, RON 95, RON 98 hingga solar, tersedia dengan stok yang memadai.

Terkait kekosongan stok di sejumlah SPBU Shell, Bahlil menyebut hal tersebut merupakan persoalan bisnis antarperusahaan (business to business/B2B). Menurutnya, suplai BBM tersedia sehingga tinggal menunggu mekanisme kerja sama komersial.

Saat ditanya mengenai izin impor BBM Shell yang belum diterbitkan oleh Kementerian ESDM, Bahlil belum memberikan penjelasan rinci dan menyatakan akan mengecek terlebih dahulu.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman sebelumnya menyampaikan bahwa izin impor BBM Shell untuk tahun 2026 masih dalam tahap evaluasi. Ia menjelaskan bahwa pengajuan kuota impor dari pihak Shell sedang ditelaah, termasuk meninjau realisasi pemesanan sebelumnya.

Laode menambahkan, kebijakan kuota impor BBM tahun 2026 diperkirakan akan serupa dengan tahun 2025. Pada tahun lalu, kuota impor BBM swasta mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan tahun 2024.

Untuk tahun ini, izin impor BBM akan diterbitkan per enam bulan. Kebijakan tersebut dimaksudkan agar pemerintah dapat lebih fleksibel memantau dinamika konsumsi BBM nasional sekaligus memberikan kepastian waktu bagi badan usaha dalam mengurus perpanjangan izin impor.